Contents :
Kompas.Com http://www.kompas.com/printnews/xml/2008/10/20/01140950/pencurian.air.marak.sawah.telantar Print Send Close Pencurian Air Marak Sawah Telantar SENIN 20 OKTOBER 2008 01:14 WIB Demak Kompas - Kerusakan parah saluran hulu irigasi Waduk Kedongombo Jawa Tengah menyebabkan sedikitnya 6.900 hektar sawah di Kabupaten Demak telantar. Penyedotan air secara liar di hulu juga menambah berkurangnya debit air saluran Waduk Kedungombo. Petani padi di Desa Ngaluran Kecamatan Demak Kota Sutarno Sabtu (18/10) menuturkan pencurian air melalui penyedotan liar banyak terjadi di jaringan irigasi hulu di Kabupaten Grobogan. Pencurian itu tidak pernah terjadi sebelum tahun 2000. Sejak adanya otonomi daerah para petani tidak lagi tertib dan bersatu dalam memanfaatkan air irigasi. Saluran Waduk Kedungombo menuju Bendung Klambu banyak dibobol untuk keperluan irigasi sawah tadah hujan kata Sutarno. Ia mengatakan dari hasil rapat Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) bersama semua anggota GP3A Tirta Wijaya Klambu Pelayanan Demak 14 Oktober 2008 terungkap debit air irigasi Waduk Kedungombo ternyata tidak bisa maksimal. Debit air yang mengalir hanya 10-15 meter kubik per detik dari seharusnya 20-25 meter kubik per detik. Menyusutnya debit air saluran Waduk Kedungombo diduga akibat banyaknya jaringan irigasi yang rusak dan tertutup sedimentasi. Kondisi makin diperparah oleh praktik pencurian air petani di hulu. Ketua GP3A Tirta Wijaya Demak Suratmin menyatakan daerah saluran irigasi Waduk Kedungombo melalui Bendung Klambu Kiri menyuplai enam kecamatan dan lebih dari 16 desa. Kebocoran di saluran hulu akibat praktik pencurian air memprihatinkan karena musim tanam rendeng 2008/2009 seharusnya berlangsung awal Oktober 2008. Kemunduran musim tanam pertama ini sangat merugikan petani. Dengan masa tanam mundur otomatis petani harus menghitung ulang penggunaan air hingga prediksi panen yang tidak serentak dapat menjatuhkan harga gabah kata Suratmin. Adapun lahan pertanian yang mengandalkan saluran irigasi Waduk Kedungombo antara lain Kecamatan Gajah Demak Kota Dempet Bonang dan Wedung. Suratmin mengatakan debit air saluran Waduk Kedungombo hingga jaringan saluran Klambu Pelayaran hanya 10 meter kubik per detik sedangkan ke daerah hilir seperti Tempuran dan sekitarnya 8-10 meter kubik per detik. Petani semula berharap kurangnya air terpenuhi dari hujan tetapi hingga pertengahan kini daerah Demak belum banyak turun hujan. Untuk mengatasi kesulitan air menyusul merosotnya debit air saluran Waduk Kedungombo petani sepakat melakukan pengaturan pembagian air. (who) 1 of 2 10/20/2008 10:22 AM Kompas.Com http://www.kompas.com/printnews/xml/2008/10/20/01140950/pencurian.air.marak.sawah.telantar who Dapatkan artikel ini di URL: http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/20/01140950/pencurian.air.marak.sawah.telantar 2 of 2 10/20/2008 10:22 AM
- Rating :
- Get Online Jobs!
- File Type : .pdf
- Length : 2 pages
- File Size: 21.6 kb
- Virus Tested : No
- Verified : 2012-07-09
- Source: air.bappenas.go.id
INFO HASH : b4f6df007321a89a38d05d7c4da8de9d8cf14598
blog comments powered by Disqus

Download now