• Home
  • Alerts
  • About
  • Services
SafeSearch:  On

Download BIB-PPL1_02_Sejarah.pdf

Contents : PENGANTAR PERNAJIAN LAMA BAB II SEJARAH BANGSA ISRAEL Yakub Tri Handoko M. Th. Mempelajari sejarah bangsa Israel berarti mendiskusikan dua aspek sekaligus: penanggalan (kapan terjadinya suatu peristiwa) dan kronologi (apakah suatu peristiwa terjadi sebelum atau sesudah peristiwa yang lain). Tugas ini merupakan sebuah keharusan dalam memahami PL. Pengetahuan ini memampukan pembaca modern untuk melihat keterkaitan berbagai peristiwa dalam PL secara kronologis. Kita juga dapat memahami bagaimana suatu kitab berinteraksi dengan dan berperan dalam suatu periode historis tertentu. Di samping itu kita dimampukan untuk melihat secara lebih detil dan runtut tentang bagaimana Allah setia terhadap janji-Nya serta bagaimana Ia mengatur sejarah begitu rupa untuk merealisasikan semua rencana-Nya. Tidak heran sebagian besar penulis buku Pengantar PL tidak lupa mendiskusikan topik ini. Walaupun hal ini penting namun tugas ini bukanlah tugas yang sederhana. Ada beberapa faktor yang saling berkaitan yang menyebabkan kita mengalami kesulitan dalam merekonstruksi sejarah bangsa Israel. Pertama-tama adalah urutan kanon Alkitab yang tidak disusun secara kronologis. Baik kanon Ibrani maupun Yunani (LXX) tidak ada yang memberikan urutan kronologis kitab-kitab PL. Masalah ini menjadi semakin rumit karena pentarikhan beberapa kitab sampai sekarang masih diperdebatkan. Faktor lain berkaitan dengan hakekat dari kitab-kitab PL. Harrison dengan tepat menyatakan bahwa Alkitab bukan dirancang terutama sebagai buku pegangan sejarah atau budaya sehingga kita tidak bisa mengharapkan Alkitab memberikan pola kronologi yang konsisten dan detil sebagaimana dipahami oleh pikiran modern.1 Para penulis Alkitab lebih menekankan apa yang dilakukan Allah dalam sejarah daripada rentetan sejarah itu sendiri. Dengan kata lain perhatian utama penulis adalah pada aktor di balik sejarah (yaitu Allah) bukan pada panggung sejarahnya. Cara penulis PL memberikan rujukan waktu pada peristiwa yang mereka catat juga menjadi faktor lain mengapa kita kesulitan merekonstruksi sejarah bangsa Israel secara detil dari sisi waktu. Penulis PL memiliki kebiasaan yang berbeda dengan orang modern pada waktu menjelaskan kapan suatu peristiwa terjadi. Kita sudah terbiasa dengan tanggal bulan dan tahun yang sifatnya pasti berdasarkan kalender Masehi sedangkan mereka memiliki patokan sendiri. Rujukan waktu di beberapa catatan mengasumsikan peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir sebagai titik awal perhitungan (Bil 1:18 33:38). Pada peristiwa lain penulis Alkitab menggunakan masa pemerintahan suatu raja sebagai dasar perhitungan (2Raj 15:32). Beberapa bahkan mendasarkan pada peristiwa alam tertentu yang bagi pembaca kuno sudah jelas tetapi bagi pembaca modern merupakan sebuah teka-teki misalnya gempa bumi (Am 1:1 Zak 14:5).2 1 2 Introduction to the Old Testament 152. Alfred J. Hoerth Archaeology & the Old Testament 57 Harrison Introduction 152-153. 1 Faktor terakhir adalah keterbatasan data ekstra-biblikal yang berkaitan dengan peristiwa tertentu dalam PL. Dalam beberapa kasus penulis memang memberikan rujukan waktu berdasarkan suatu peristiwa internasional pada waktu itu misalnya berdasarkan kekuasaan raja yang terkenal (Kej 14:1 2Raj 25:8) namun penjelasan ini tetap menyisakan masalah. Terlepas dari disiplin ilmu arkheologi biblikal yang semakin berkembang beberapa hal tetap menjadi fokus perdebatan sampai sekarang. Kita tidak tahu secara persis kapan beberapa raja itu memerintah. Data arkheologis yang tersedia jumlahnya sangat terbatas dan dapat ditafsirkan dalam berbagai cara. Jaman para patriakh (1877 1662 SM) Jaman patriakh mencakup periode dari hidup Abraham sampai dua belas anak Yakub.3 Bagaimana kita bisa mengetahui kapan para patrikh hidup Beberapa orang mencoba untuk menemukan jawabannya melalui silsilah dalam Alkitab (Kej 5:1-32 10:32 11:10-32 1Taw 1-8 Mat 1:1-17). Pendekatan seperti ini pertama kali dipopulerkan oleh James Usher (abad ke-17).4. Hampir semua teolog meragukan ketepatan hasil dari pendekatan ini. Silsilah tidak selalu mencantumkan usia dari nama-nama yang ada dalam daftar. Di samping itu silsilah kuno - baik dalam konteks bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lain - biasanya hanya mencantumkan tokohtokoh yang dianggap penting dan melewatkan beberapa nama yang tidak terlalu berpengaruh. Dengan demikian ungkapan "A memperanakkan B" tidak boleh dipahami secara kaku sebagai relasi orang tua anak. Sebagai contoh Alkitab mengatakan bahwa Kush memperanakkan Nimrod padahal nama "Nimrod" tidak ada dalam generasi-generasi di atasnya (bdk. Kej 10:7-8 1Taw 1:9-10). Ini membuktikan bahwa "memperanakkan" di sini pasti melewati beberapa generasi dari Kush ke Nimrod. Contoh lain dapat dilihat di Matius 1:1-17. Antara Yoram sampai Yotam (Mat 1:8-9) sebenarnya ada 3 generasi yang dilewatkan oleh Matius yaitu Ahazia Yoas Amazia (bdk. 1Taw 3:11-12).5 Matius juga melewatkan Yoyakim di antara Yosia dan Yekhonya (Mat 1:11 bdk. 1Taw 3:14-16). Cara lain yang dipakai untuk mengetahui masa hidup para patrikah adalah membandingkannya dengan data non-biblikal yang tersedia. Dalam hal ini yang pertama-tama dilakukan adalah mencari petunjuk dalam Alkitab tentang suatu nama tempat atau peristiwa yang terjadi di luar bangsa Israel. Setelah menemukan beberapa petunjuk para teolog menyelidiki data non-biblikal yang tersedia sehubungan dengan petunjuk tersebut. Upaya di atas merupakan buah pemikiran yang logis. Para patriakh tidak hidup sendirian dalam kevakuman. Mereka merupakan bagian dari suatu budaya kuno yang lebih luas. Para penulis Alkitab pun bukan seperti penulis dongeng yang menceritakan suatu tokoh atau peristiwa di negeri antah berantah yang tidak pernah eksis. Sebagai sebuah catatan historis (dalam arti memuat fakta) kita berharap bahwa Alkitab menyinggung tentang beberapa peristiwa historis di luar bangsa Israel. Istilah patriakh (Inggris "patriarch") berasal dari kata Yunani patriarch yang terdiri dari dua kata: pathr ("ayah/bapak") dan arch ("permulaan" atau "pemimpin"). Istilah ini dipakai untuk merujuk pada nenek moyang bangsa Israel. Webster's New Collegiate Dictionary (Springfield: G & C Merriam Co. 1973) 840. 4 Harrison Introduction 148. 5 Nama lain dari Uzia (Mat 1:8-9) adalah Azarya (2Raj 15:1-7//2Taw 26:1-23). 3 2 Harapan ini memang terpenuhi. Alkitab memberikan beberapa petunjuk. Dalam kaitan dengan jaman patriakh dua petunjuk yang dianggap bisa bermanfaat adalah keluarnya keluarga Abraham dari Ur (Kej 11:31-12:4) dan penyebutan raja-raja di Kejadian 14:1. Persoalannya data non-biblikal yang berhasil ditemukan sehubungan dengan petunjuk tersebut ternyata masih diperdebatkan penanggalannya. Tentang keluarnya keluarga Abraham dari Ur. Sebagian teolog menganggap keluarnya keluarga Abraham dari Ur dapat dijelaskan melalui Hipotesa Amorit (Amorite Hypothesis).6 Teori ini menyatakan bahwa pada sekitar tahun 3000 SM orang-orang dari daerah barat Mesopotamia (disebut "Amurru") mengadakan emigrasi besar-besaran dari Mesopotamia melalui Siria dan Palestina lalu ke Mesir. Jika keluarga Abraham memang beremigrasi sebagai bagian dari tren besar-besaran waktu itu maka kita dapat menentukan masa hidup Abraham berdasarkan peristiwa historis tersebut. Pendapat di atas sulit untuk disalahkan maupun dibenarkan. Alkitab sama sekali tidak menjelaskan mengapa Terah mengajak semua keluarganya keluar dari Ur. Kita juga tidak tahu apakah kepergian Terah dan keluarganya bersamaan dengan emigrasi besar-besaran orang Mesopotamia. Alkitab hanya mencatat bahwa rencana Terah semula adalah pergi ke tanah Kanaan (Kej 11:31) sama seperti jalur emigrasi dalam Teori Amorit. Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan tinggal lama di Haran.7 Jadi teori ini tidak dapat dijadikan bukti yang berdiri sendiri tanpa dukungan dari bukti-bukti yang lain. Tentang raja-raja di Kejadian 14:1. Mulai abad ke-19 para teolog menganggap bahwa namanama di teks ini pasti merujuk pada tokoh tertentu yang terkenal pada masa kuno. Sebagian mengusulkan bahwa Raja Amfarel adalah Raja Hammurabi. Yang lain berpendapat bahwa Raja Ariokh adalah Raja Rim-Sin dari Larsa yang hidup sejaman dengan Hammurabi. Berdasarkan dugaan ini mereka selanjutnya mengusulkan waktu hidup patriakh berdasarkan silsilah raja-raja tersebut.8 Kelemahan dari upaya ini ada dua: (1) identifikasi raja-raja di Kejadian 14:1 dengan raja-raja kuno tidak sepenuhnya bebas masalah. Para teolog lain meragukan hal ini karena kesamaan yang ada sangat sedikit dan tidak terlalu signifikan misalnya hanya berdasarkan kemiripan nama (2) para ahli sejarah pun masih memperdebatkan masa hidup Hammurabi maupun Rim-Sin. Upaya lain untuk mengetahui masa hidup para patrikah adalah dengan menghitung mundur berdasarkan 1Raja-raja 6:1. Dalam teks ini disebutkan bahwa tahun ke-4 pemerintahan Salomo adalah 480 tahun setelah peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir (exodus). Tahun ke-4 pemerintahan Salomo hampir dapat dipastikan adalah tahun 967 SM. Dengan demikian peristiwa exodus terjadi tahun 1447 SM. Dari sini kemudian ditambah lamanya bangsa Israel Victor P. Hamilton The Book of Genesis Chapters 1-17 NICOT (Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Co. 1990) 60. 7 Ada beberapa kemungkinan mengapa Terah berhenti di Haran. Dia menganggap Haran sudah cukup aman dan jauh dari Ur. Penduduk Haran juga menyembah dewa bulan seperti orang-orang Ur sehingga Terah merasa nyaman dengan hal itu. Haran juga bisa dianggap sebagai ujung peradaban Mesopotamia jika Terah melangkah lebih jauh maka ia harus bersiap dengan peradaban lain. Lihat Alfred J. Hoerth Archaeology & the Old Testament (Grand Rapids: BakerBooks 1998) 72. 8 Lihat Harrison Introduction 159-160. 6 3 menetap di Mesir dan masa hidup para patrikah (215 tahun lihat Kej 12:4 21:5 25:26 47:9).9 Untuk masa hidup para patrikah yang mencapai 215 tahun para teolog tampaknya hampir semua sepakat. Perdebatan baru muncul berkaitan dengan lamanya bangsa Israel tinggal di Mesir. Angka 400 tahun di Kejadian 15:13 dan Kisah Rasul 7:6 hanya merupakan perkiraan. Waktu yang lebih tepat diberikan dalam Keluaran Kel 12:40 yaitu 430 tahun. Bagaimanapun ayat ini tidak terlalu jelas.10 Secara hurufiah ayat ini berbunyi "lamanya orang-orang Israel yang tinggal di Mesir mengembara adalah 430 tahun" (KJV/NKJV kontra NIV/NASB/RSV). Apakah 430 ini merujuk pada durasi tinggal di Mesir atau termasuk pengembaraan para patriakh sampai tiba di Mesir Ada dua alasan kuat untuk memilih alternatif terakhir: (1) Galatia 3:16-17 menyiratkan bahwa antara pemberian janji kepada Abraham dan pemberian Taurat melalui Musa terbentang waktu 430 tahun (2) terjemahan LXX dan salinan Pentateukh versi Samaria mendukung 430 tahun dari jaman patriakh sampai keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Jika penjelasan di atas diterima maka 430 tahun di Keluaran 12:40 sudah termasuk 215 tahun masa hidup para patriakh. Dengan demikian kita dapat menghitung mundur dari peristiwa exodus (1447 SM) langsung ditambah 430 tahun untuk mendapatkan masa hidup Abraham (1877 SM). Jika ini benar maka perjalanan Abraham dari Ur terjadi bersamaan dengan krisis politis di sana (dikenal dengan nama periode Isin-Larsa). Faktor ini pula yang mungkin mendorong Terah untuk mengajak keluarganya keluar dari Ur.11 Terlepas dari motivasi yang sesungguhnya di balik emigrasi Terah dan keluarganya Alkitab mencatat bahwa Abraham meninggalkan keluarganya karena alasan teologis. Allah memanggil dia secara khusus (Kej 12:1-3). Berdasarkan Kisah Rasul 7:2-4 Abraham tampaknya menerima panggilan sebanyak dua kali: pada waktu di Ur dan setelah ayahnya meninggal. Pada waktu dipanggil TUHAN untuk pergi dari Haran Abraham berumur 75 tahun (Kej 12:4). Kemauan Abraham untuk meninggalkan Haran merupakan sesuatu yang istimewa. Ketika ia melangkah lebih jauh dari Haran maka ia sebenarnya sudah memasuki peradaban yang berbeda dari peradaban Mesopotamia karena Haran terletak di ujung daerah Mesopotamia. Walaupun ia tidak tahu ke mana ia harus pergi (Kej 12:1 "ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu") ia kemungkinan besar pasti tahu bahwa peradaban yang baru tidak akan lebih tinggi daripada peradaban Mesopotamia. Lebih jauh tindakan ini membuat Abraham terpisah dari keluarganya secara sosial (karena orang-orang kuno terbiasa hidup bersama-sama) dan keagamaan (nenek moyang Abraham adalah para penyembah berhala lihat Yos 24:2-3). Allah memberikan beberapa janji kepada Abraham: tanah keturunan yang besar dan nama yang masyhur (Kej 12:1-3). Janji ini diulang berkali-kali seiring dengan krisis yang terjadi dalam hidup Abraham (Kej 12:7 14-17 15:7 13 17:1-8). Jika dihitung sejak pemanggilan dari Abraham (Kej 12:4) sampai Abraham mati (Kej 25:7) maka Abraham telah mengimani janji Allah selama 100 tahun. Akhirnya Abraham memang mendapatkan keturunan sesuai dengan janji TUHAN namun waktu ia meninggal keturunannya belum menjadi bangsa yang besar (Kej 25:1-10). Keturunannya pun belum memiliki tanah Kanaan (bdk. Kej 15:13-16). Tidak ada 215 tahun ini dihitung dari sejak pemanggilan Abraham di Haran (bukan tanggal lahir Abraham) sampai Yakub tiba di Mesir (tidak termasuk hidup Yakub di Mesir selama 17 tahun Kej 47:28). 10 Lihat Hoerth Archaeology 58-59. 11 Hoerth Archaeology 62. 9 4 indikasi bahwa nama Abraham dikenal oleh bangsa-bangsa kuno pada waktu itu (kemenangan atas beberapa raja di Kejadian 14 pasti melambungkan popularitas Abraham namun sejauh ini tidak ada bukti non-biblikal yang menunjukkan kemasyhuran Abraham). Yang penting adalah Abraham sebagai nenek moyang jasmani bangsa Israel (Rom 4:1) telah memberi teladan iman yang benar (Ibr 11:8-16) yaitu tetap percaya sekalipun belum mendapat (Ibr 11:13 39-40). Berikut ini adalah kronologi kehidupan Abraham yang penting: (1) Ketaatan Abraham dalam meninggalkan Ur maupun Haran (Kej 12:1-3 Kis 7:2-4). Peristiwa ini dipandang sebagai teladan iman (Ibr 11:8). (2) Pembenaran Abraham (Kej 15:6). Peristiwa ini menunjukkan bahwa Abraham dibenarkan bukan berdasarkan perbuatan tetapi iman (Rom 4:3 Gal 3:6). (3) Abraham disunat (Kej 17:9-14). Fakta bahwa Abraham dibenarkan (Kej 15) sebelum ia disunat (Kej 17) merupakan poin penting yang dipakai Paulus untuk membuktikan bahwa tidak ada kena mengena antara pembenaran dan sunat (Rom 4:9-12). (4) Abraham mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran (Kej 22). Peristiwa ini bukan hanya menunjukkan iman Abraham (Ibr 11:17-19) tetapi bukti bahwa ia telah dibenarkan (Yak 2:21-23). Setelah Abraham meninggal dunia janji TUHAN diteruskan kepada Ishak (Kej 25:11) bukan kepada keturunannya yang lain karena Ishak adalah anak perjanjian (Kej 17:19 21). Ini membuktikan bahwa tidak semua keturunan biologis/jasmani dari Abraham adalah orang Israel (Kej 9:6b-9). Dalam kedaulatan-Nya Allah telah memilih Ishak untuk menerima janji yang sama seperti Abraham (Kej 26:3-5). Ishak akhirnya mati pada usia 180 tahun (Kej 35:28). Jika pada saat Abraham mati (Kej 25:7) Ishak berumur 75 tahun (bdk. Kej 21:5) maka Ishak telah berjalan bersama TUHAN selama 105 tahun. Janji TUHAN selanjutnya diteruskan kepada Yakub sekalipun ia memiliki saudara kembar yang bernama Esau (Kej 25:23-26). Ini sekali lagi membuktikan bahwa umat Allah adalah berdasarkan pilihan atau janji bukan keturunan jasmani (Rom 9:10-13). Janji atau pilihan inipun dibuat bukan berdasarkan perbuatan baik Yakub (Rom 9:11). Dalam kenyataannya Yakub justru sering memperdaya orang lain (Kej 25:29-34 27:1-29 30:31-43). Yakub selanjutnya melahirkan 12 anak laki-laki yang akan menjadi 12 suku Israel (Kej 35:22b). Nama "Israel" sendiri didasarkan pada perubahan nama Yakub (Kej 32:28). Pada masa tua Yakub jumlah keturunannya sudah mencapai 70 orang (Kej 46:27). Akhirnya Yakub mati pada usia 147 tahun. Bangsa Israel di Mesir dan di padang gurun (1662 - 1407 SM) Ada berapa generasi antara anak-anak Yakub sampai Musa Keluaran 6:16-20 menyiratkan ada 3 generasi. Silsilah dalam teks ini kemungkinan besar tidak lengkap. Ada beberapa argumen yang mendukung hal ini.12 Berdasarkan silsilah di kitab 1Tawarikh rata-rata ada 7-10 generasi antara anak-anak Yakub sampai orang-orang pada jaman Musa: (1) 1Taw 7:25 mencatat ada 10 generasi dari Efraim ke Yosua (2) Bezaleel yang membangun kemah suci (Kel 31:2-11) adalah keturunan ke-7 dari Yakub (1Taw 2:1 4-5 9 18-20) (3) Elishama yang disebutkan di Bilangan 1:10 adalah keturunan ke-9 dari Yakub (1Taw 7:22-27). Gleason L. Archer Encyclopedia of Bible Difficulties (Grand Rapids: Zondervan Publishing House 1982) 111-112. 12 5
  • Rating :      
  • Surf Anonymously!
  • File Type : .pdf
  •    
  • Length : 15 pages
  • File Size: 122.7 kb
  • Virus Tested : No
  • Verified : 2013-03-29
  • Source: www.gkri-exodus.org
 Email File   

INFO HASH : 9a1181196d2d00bae0ae86f2db5c8449a1d68786
blog comments powered by Disqus
Download now

File Size: 122.7 kb

Document Preview

    Other Downloads

  • latino_resources.pdf79.5 kb
  • o120f10399.pdf31.8 kb
  • ecocatasto_pubblicazione.pdf183.9 kb
  • sidelitesmarch06.pdf87.4 kb
  • nenabenignoprofile7.pdf155.9 kb

    Related Keywords

  • image  

  • Add Media
  • |
  • Terms of Use
  • |
  • FAQ / Help

© 2012 all rights reserved